25
Aug
08

The Dream Team Raih Emas

Tim basket Amerika Serikat (Team USA) kembali ke habitat aslinya. Team USA menahbiskan diri sebagai yang terbaik di dunia setelah merebut emas Olimpiade Beijing 2008. Pada partai final di Beijing Olympic Basketball Gymnasium, LeBron James dkk mengalahkan Spanyol 118-107.

Sukses itu adalah pembalasan dari kegagalan mereka empat tahun silam di Athena. Argentina yang menyingkirkan Team USA empat tahun lalu telah dikandaskan di semifinal. Sedangkan Spanyol yang ditaklukkan di final kemarin (24/8) notabene adalah juara dunia. “Itu salah satu pertandingan internasional terbesar dalam sejarah (AS, Red),” kata Mike Krzyzewski, pelatih Team USA, setelah pertandingan.

Tidak berlebihan jika Coach K -panggilan akrab Krzyzewski- menyebut laga itu demikian. Kegagalan Team USA di Athena dan kejuaraan dunia 2006 membuat predikat mereka sebagai negara terkuat soal basket diragukan. NBA, kompetisi basket paling elite di dunia, dianggap tidak lebih sebagai sebuah kompetisi yang membuat ego para bintangnya berlebih. Akibatnya, meski memiliki pemain dengan skill individual paling baik, mereka masih bisa dikalahkan.

Sukses Team USA merebut emas memupus semua keraguan itu. Sejak pertandingan kualifikasi grup, mereka tidak pernah kalah dan selalu menang dengan skor telak. “Yang Anda lihat hari ini (kemarin, Red) adalah sebuah tim. Orang mengatakan bahwa pemain NBA selfish. Kami menunjukkan bahwa hal tersebut tidak benar dengan merebut kemenangan itu,” tutur Kobe Bryant, bintang terpopuler Team USA di Tiongkok.

Team USA memang memenangi pertandingan dengan kolektivitas, bukan skill individu Kobe, LeBron, atau bintang-bintang lainnya. Spanyol yang dalam pertandingan kualifikasi grup kalah telak 82-119 kemarin memberikan perlawanan ketat. Duel berjalan seru.

Pertengahan kuarter pertama, Pau Gasol dkk memimpin 19-17. Pertahanan Team USA sangat buruk. Pau Gasol dan Rudy Fernandez beberapa kali mendulang poin. Dalam kondisi tertekan, Coach K mengganti pemain. Lima pemain starter, yakni Jason Kidd, LeBron, Kobe, Carmelo Anthony, dan Dwight Howard, diganti. Penggantinya adalah Dwayne Wade, Chris Paul, Chris Bosh, Deron Williams, dan Tayshaun Prince.

Pemain reserve itu ternyata lebih jalan. Mereka mampu membawa Team USA menyudahi kuarter pertama dengan keunggulan 38-31. Meski unggul, Coach K tidak bisa duduk di kursinya dengan tenang layaknya pertandingan sebelumnya. Mukanya merah, tanda tegang. Apalagi, Spanyol tidak pernah menyerah dan terus menjaga jarak. � � �

Menghadapi kondisi tersebut, kekompakan dan kematangan Team USA diuji. Meski membuat beberapa kesalahan yang mengakibatkan Spanyol mendekat, mereka tetap tenang. Rotasi dan instruksi Coach K mereka terapkan di lapangan dengan baik. Kemenangan pun mereka raih.

“Spanyol luar biasa hari ini (kemarin, Red). Setiap memegang bola, mereka selalu membahayakan. Salut untuk mereka. Tapi, Team USA saat ini menjadi yang terbaik,” ucap LeBron.

Di Team USA, bukan Kobe atau LeBron yang menjadi bintang pada partai puncak tersebut. Bintang mereka adalah Dwyane Wade. Guard Miami Heat itu menjadi pendulang poin tertinggi bagi Team USA dengan 27 angka. Dia membukukan empat steal yang membuat pemain Spanyol sedikit canggung untuk menyerang.

Pada laga perebutan tempat ketiga, Argentina berhasil meraih medali perunggu setelah mengalahkan Lithuania 87-75. Meski hanya perunggu, Luis Scola dkk merayakan kemenangan itu dengan cukup bersemangat. Apalagi, prestasi tersebut diraih tanpa playmaker Manu Ginobili yang absen karena cedera.


0 Responses to “The Dream Team Raih Emas”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: