11
Jun
08

Publik Italia Balik Jagokan Belanda

ROMA – Kekalahan Italia 0-3 dari Belanda pada laga pertama Grup C Euro 2008 kemarin bukan saja aib tim juara dunia itu. Namun, publik Italia juga merasa kena getah atas hasil memalukan Azzurri -julukan Timnas Italia- itu. Efeknya, media cetak di Negeri Pizza ramai-ramai menghujankan kritik, hujatan, maupun sindiran kepada skuad besutan Roberto Donadoni tersebut.

Koresponden Jawa Pos di Roma, Italia, Damiano Basso melaporkan, headline yang ditulis media di Italia benar-benar memojokkan Azzurri. ”Oh. Apa Yang Salah!”, demikian judul di halaman depan Gazzetta dello Sport, koran olahraga berpengaruh di Italia. Di subjudulnya tertulis ”Belanda Memberi Kita Pelajaran”.

Gazzetta menyebutkan, Belanda layak memenangi big match tersebut. ”Belanda pantas karena mereka (bermain) seperti juara dunia, bukan kami. Ini baru awal. Tapi, rasanya kami sudah berakhir,” tulis salah seorang kolumnis di Gazzetta. Kolumnis tersebut menambahkan, Azzurri dituntut meraih kemenangan atas Prancis dan Rumania pada dua laga sisa grup C jika ingin lolos ke perempat final. Masalahnya, siapa yang percaya Gianluigi Buffon dkk bisa melakukan sapu bersih dengan kondisi mental yang hancur?

Komposisi pemain yang diturunkan Azzurri serta celah di lini belakang menjadi sorotan harian La Republicca. Disebutkan dalam ulasannya, Azzurri lambat panas. Berbeda dengan Oranje -julukan Timnas Belanda- yang langsung mengambil inisiatif permainan sejak awal. Itu cukup mencolok dari penguasaan bola di babak pertama. Ada guyonan dari kolumnis di La Republicca yang menyatakan bahwa tanda-tanda kekalahan Italia terbaca dari mimik wajah Donadoni, ”Mungkin, dia telah mengetahui hasil pertandingan.”

Corriere della Sera, media yang lain, menyatakan bahwa kekalahan Azzurri akibat sikap terlalu percaya diri. Sekalipun berstatus juara dunia dan tak terkalahkan selama 30 tahun terakhir, Azzurri seharusnya bersikap rendah diri terhadap siapa pun lawannya.

Sementara itu, Tuttosport dan Corriere Dello Sport, masing-masing koran olahraga yang berbasis di Torino dan Roma, menyerang Donadoni. Mulai wacana menarik kembali Marcello Lippi (pelatih Italia sebelum Donadoni) karena Donadoni dianggap tidak punya kapasitas hingga tudingan bahwa Donadoni adalah bencana bagi Italia.

Sekalipun menjadi sasaran tembak di dalam negeri, pemain Italia tidak terlalu terpengaruh. Sesi latihan kemarin berjalan normal, kecuali tiga pemain yang dikabarkan tidak dalam kondisi prima. Yaitu, Buffon, Marco Materazzi, dan Christian Panucci. Beberapa pemain yang tidak ditampilkan ketika melawan Belanda, seperti Daniele De Rossi, Simone Perrotta, hingga Marco Borriello, menunjukkan semangat tinggi saat latihan dengan harapan bisa dimainkan Donadoni.

Terkait kontroversi seputar gol pertama Belanda yang dicetak Ruud van Nistelrooy atau Ruudtje pada menit ke-26, UEFA lewat Sekjen David Taylor telah menyatakan bahwa gol tersebut sah alias tidak offside. Alasannya, Panucci terbaring di samping kanan gawang (bertabrakan dengan Buffon) sebelum terciptanya gol. Bek Italia asal klub AS Roma itu dianggap sebagai pemain yang masih aktif sehingga garis offside diukur dari posisinya.

Posisi Panucci saat jatuh sudah sesuai dengan artikel 11.4.1 dalam kode etik wasit yang berbunyi, ”Pemain tidak bisa dikatakan offside ketika salah satu di antara pemain bertahan lawan yang tersisa berada di lapangan.” Aturan itu memang dirancang agar pemain tidak bisa mengambil keuntungan secara sengaja mempermainkan jebakan offside.

”Para pengadil lapangan (wasit Peter Frojdfeldt asal Swedia dan asisten wasit satu Stefan Wittberg juga asal Swedia, Red) mengambil interpretasi yang benar dalam insiden yang tidak biasa itu,” tandas Taylor.

Terkait kartu kuning yang diberikan kepada penyerang Italia Luca Toni yang protes atas gol pertama Belanda, Taylor menyatakan bahwa keputusan wasit lagi-lagi tepat. ”Kalaupun ada kesalahan dari laga Belanda melawan Italia, International Football Association Board (lembaga dunia yang berwenang atas regulasi olahraga sepak bola, Red) tentu bakal mengambil keputusan,” imbuh Taylor.

Dari Swiss dilaporkan, keamanan tuan rumah Euro 2008 dibuat repot. Polizie -sebutan polisi di Negeri Arloji itu- menjaga ketat sejumlah kota besar untuk mengantisipasi para tifosi mengamuk.

Antisipasi kerusuhan itu digelar di hampir seluruh kota besar di Swiss. Tiga kota yang berada dalam status siaga itu adalah kota Bern, tempat penyelenggaraan pertandingan; Zurich, kota metropolitan terbesar di Swiss; dan Lugano, kota basis Italiano Swiss.

Polisi Swiss berjaga ekstra ketat bila Timnas Italia, Jerman, dan Prancis bermain. Ketiga tim itu punya suporter fanatik. Saat Italia tampil, area Fan Zone penuh dengan orang-orang yang berbahasa Italia. Begitu juga, kala Jerman dan Prancis bertanding.

(Berita Koran Jawa Pos) Selengkapnya…


0 Responses to “Publik Italia Balik Jagokan Belanda”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: