Archive for August 11th, 2008

11
Aug
08

Selamat Ulang Tahun AremaKu

Arema Ultah Ke 21 Tahun

Pagi ini, ribuan Aremania diprediksi bakal membirukan ruas-ruas jalan protokol di wilayah Malang Raya. Komunitas suporter fanatik Arema ini, bakal turun jalan untuk melanjutkan tradisinya konvoian dalam memperingati hari ulang tahun ke 21 Arema yang jatuh pada hari ini.

Mereka akan mengambil start dari sektor utara Stadion Gajayana, tepat pukul 09.00 WIB. Kemudian konvoi mengarah ke Jalan Ijen, TMP Untung Suropati, Jalan MT Haryono, Landungsari, Pendem, Karangploso, Karanglo dan terus ke arah utara melintas Pasar Lawang. Rombongan kemudian balik ke selatan menuju Arjosari melalui Jalan Raden Intan.

Kemudian berlanjut ke Jalan Bengawan Solo, Lapangan Rampal, Terminal Gadang, Bululawang, Gondanglegi sebelum menuju arah barat melintasi Stadion Kanjuruhan Kepanjen. Arak-arakan konvoian berlanjut melintasi Pasar Pakisaji, Kacuk, Jalan S Supriadi, Kasin dan finish di Stadion Gajayana.

Abah Slamet, salah satu koordinator konvoi Aremania mengatakan, konvoi rencananya akan dilepas Kapolresta Malang, AKBP Drs Atang Heradi MH. Disamping itu, petinggi PS Arema dan perwakilan dari Pemerintah Kota Malang juga akan menyaksikan keberangkatan Aremania konvoi.

Jajaran kepolisian Malang Raya berpesan agar Aremania bisa mematuhi peraturan lalu lintas selama konvoian dan sopan terhadap pengendara lainnya. Tak ketinggalan, Aremania juga harus tetap menggunakan helm ketika naik motor. Himbauan tersebut tidak lain untuk menjaga keselamatan Aremania.

Sementara itu, para punggawa Arema meliputi manajemen, pelatih, pemain dan ofisial tim berencana menggelar acara tasyakuran di mes Arema, TR Sengkaling.
Jika tidak ada halangan, acara yang juga akan dihadiri sekitar 25 anak panti asuhan tersebut dimulai tepat pukul 12.00 WIB. Manajemen Arema sudah menyiapkan dua tumpeng untuk dipotong sebelum bersama-sama, sembari memanjatkan doa agar Arema dapat berprestasi.

‘’Pada ultah tahun ini, Aremania mengemas acara perayaan dengan sederhana di mes. Kami syukuran di mess dengan mengundang 25 anak panti asuhan. Mudah-mudahan, dengan ultah ke 21, Arema semakin berprestasi dibanding tahun-tahun sebelumnya,’’ terang Ekoyono Hartono, Manajer Arema.

11
Aug
08

Persitara 0 v 2 Arema

Arema Jago Tandang

Arema
Arema

Tanpa seorang Bambang ‘Banur’ Nurdiansah, Arema tetap Arema. Sang Singo Edan, tetapkan singo, sekalipun bermain di kandang ‘Putri Solo’. Meski tanpa Banur, masih ada seorang Joko ‘Gethuk’ Susilo yang bisa mengembalikan kegarangan sang Singo Edan. Bahkan secara teknis Gethuk lebih mumpuni dengan strategi permainan yang lebih baik. Menghadapi tuan rumah Persitara Jakarta Utara di Stadion Mahanan Solo, Arema unggul 2-0 (0-0). Dua gol dibuat Fandy Mochtar menit 57 dan Arif ‘Kecenk’ Suyono menit 68.

Tim berjuluk Laskar Si Pitung itu, juga dibuat tidak berdaya oleh anak-anak muda dari Malang. Bahkan, Gethuk membuat keputusan berani dengan menurunkan beberapa pemain yang selama ini justru dibangkucadangkan Banur. Seperti Hendra Ridwan, Richi Pravita Hari dan Dodik Wahyudi.

Kemenangan ini menjadi hiburan bagi Aremania setelah dalam dua kali pertandingan di kandang tim kesayangannya gagal memetik kemenangan. Bahkan lebih tragis, Arema dipaksa bertekuk lutut pada Pelita Jaya 0 – 2. Buntut kegagalan itu, Banur kemudian mundur dari kursi pelatih Arema.

Lebih menarik lagi, skema permainan yang diterapkan Gethuk terasa sekali aroma ‘Miroslav Janu’ – nya. Mendampingi Miro selama satu musim di Ligina XIII, ternyata mempengaruhi taktik dan strategi yang dipakai pelatih asal Cepu ini.

Hal itu terlihat dari formasi pemain yang diturunkan. Gethuk menerapkan pola 4-3-3. Kondisi itu juga dilakukan sebagai antisipasi absennya Emile Bertrand Mbamba.
Meski Arema sebenarnya masih memiliki I Komang Mariawan, tapi Gethuk lebih suka memakai satu striker dengan didukung dua swipper yang memiliki kecepatan dan dribling sangat bagus. Kecenk dan Fandy Mochtar. Karena keduanya mampu berperan sebagai penyerang lubang.

Skenario itu benar-benar ampuh. Dua gol, sama-sama dibuat oleh kedua pemain sayap itu. Gol itu juga dibuat karena pemain belakang Persitara terkecoh pola yang dipakai Gethuk. Yakni sengaja meminta Emaleu Serge yang menjadi penyerang tunggal, banyak mempermainkan bola, untuk menarik perhatian pemain belakang.
Kondisi itu semakin diperkuat dengan peranan dua gelandang serang, Souleymane Traore dan Pelo Benson yang memiliki mobilitas cukup tinggi.

Seperti gol pertama. Dalam sebuah serangan balik, barisan pertahanan Persitara yang digawangi Awono dan Banaken, dibuat tak berdaya.

Bagaimana tidak, ketika perhatian mereka pada pergerakan tanpa bola Serge, justru Souleymane memberikan umpan terobosan kepada Fandy yang memang berdiri bebas. Dengan mudah, pemain asal Ternate ini langsung berhadap-hadapan dengan Roni Tri. Lewat tendangan keras, Fandy mampu memperdayai kiper Persitara.

Demikian juga dengan gol kedua yang dibuat kapten tim, Arif Suyono. Lagi-lagi benteng Persitara terpancing pergerakan Serge. Dalam sebuah serangan balik, Pelo Benson dari daerah pertahanan Arema, memberikan long pass kepada Serge.

Kontan, striker asal Kamerun ini dipressing tiga pemain Persitara. Ketika ketiga pemain itu sudah menempel, Serge dengan umpan pedek memberikan kepada Souley yang berada di tengah. Dengan satu sentuhan, Kecenk yang sudah coming from behind, mendapat umpan terobosan Souley. Kontrol sebentar sambil berlari, shooting keras ke gawang dan tidak mampu diblok Roni Tri. 2-0 untuk Arema.

Meski begitu, bukan berarti pertahanan Arema tidak tertekan. Bahkan ketika pertandingan baru berjalan lima menit, Rahmat Rivai nyaris saja mencetak gol. Shooting kerasnya setelah berhasil lepas dari kawalan dan solo run, masih berhasil ditangkap M Yasir.

Kemudian di menit-menit akhir, tendangan keras Alfredo Figuoroa, luput dari tangkapan Yasir tapi membentur mistar gawang. Beruntung bola mental, masih berhasil ditangkap kembali.

Keberanian Gethuk menarik keluar Aaron Nguimbat yang bermain tidak maksimal menit 32, dengan memasukkan Dodik Wahyudi, juga terbukti ampuh. Mantan pemain Perseman ini, tampil taktis di bek sayap. Sementara duet libero, berubah menjadi Ahmad Jupriyanto dan Suroso. Benteng Arema itu, benar-benar patut mendapat acungan jempol.

Karena dari statistik terlihat, Persitara sering mendapatkan tendangan bebas dan corner kick. Tapi dengan kedisiplinan, Arema tetap mampu mempertahankan kemenangan. Tiga poin itu, sekaligus awal yang bagus untuk seorang pelatih caretaker, Joko ‘Gethuk’ Susilo